risnaristianti. Diberdayakan oleh Blogger.

KISAH HOT NGENTOT SAMA KAKAK


Cerita ini benar apa adanya, ini pertama kali saya mencoba untuk memberitahukan hal yang saya alami beberapa tahun yang lalu.
Nama saya Charles, umur 28 Tahun. Saya sekarang ini masih single alias bujangan dan masih tinggal bersama orang tua. Saya mempunyai seorang kakak, namanya Jovita. Umur kakak saya sekarang ini 35 Tahun dan telah bersuami namun belum memiliki anak.

Hal yang saya alami ini terjadi sekitar 8 tahun lalu. Pada saat itu saya masih berumur 20 tahun dan kakak saya berumur 27 tahun. Sejujurnya nafsu sex saya sangat besar, dan juga berkeinginan untuk ML. Namun hal itu tidak berani saya lakukan karena rasa takut akan akibat yang nantinya terjadi. Oleh karena itu, saya sering melampiaskannya dengan onani sambil menonton film porno di kamar.

Kakak pada saat itu masih berpacaran, tubuhnya lumayan lah. Kulitnya putih, badannya tidak terlalu tinggi, mata besar serta buah dadanya yang berukuran sedang. Sebesar telapak tanganku, kira-kira ukurannya 34 B.

Pagi itu papa dan mama membicarakan masalah liburan keluarga bersama kami. Rencananya mereka ingin pergi berlibur ke Malaysia. Saya dan kakak senang akhirnya kami sekeluarga bisa pergi berlibur bersama-sama karena selama ini kami tidak pernah ke Malaysia bersama.

Seminggu kemudian kami pun berangkat ke Malaysia menggunakan Air asia. Perjalanannya menghabiskan waktu 3 jam. Setibanya kami di Malaysia, kami langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Papa dan mama sekamar, sedangkan saya dan kakak juga sekamar.

Pada malam harinya, kulihat kakak sudah tertidur pulas. Mungkin karena kecapean dan aku pun sedang mempersiapkan diri untuk beristirahat. Pada waktu hendak menuju tempat tidur, handphone kakak bergetar, kulihat ada SMS yang masuk. Karena rasa ingin tahu, saya membuka isi SMS itu yang ternyata dari pacar kakak. Kubaca SMS yang dikirim dari pacar kakak isinya hanya ucapan selamat malam dan mimpi indah. Namun di bagian bawah SMS itu terdapat kata yang membuatku kaget. Di bagian akhir SMS itu tertulis “ Sayang nanti kalau kamu pulang, bantu ngemut burung ku yach ? Nanti aku juga akan membantu untuk membuatmu orgasme..hehehe….Enak rasanya..”

Setelah kubaca isi SMS itu aku kaget bukan main. Tak kuduga kakak sudah pernah ML bersama pacarnya. Aku simpan kembali handphonenya. Aku akan menanyakannya besok pagi pikirku dalam hati.

Keesokan harinya, waktu aku bangun kakak baru keluar dari kamar mandi. Kakak baru bangun yah ? kataku. Ia habis pipis nih, katanya. Sewaktu ia naik ke tempat tidurnya, aku pun memberanikan diri untuk menanyakan hal semalam yang kubaca dari handphonenya.

Kak, ada yang ingin Charles tanyain. Ada apa ? jawabnya. Apa kakak sudah pernah ML sama pacar kakak ? Mendengar pertanyaanku, muka kakak tiba-tiba pucat. Ia terdiam sejenak, lalu ia kerkata dengan perlahan ia Charles kakak sudah pernah ML dengan pacar kakak. Koq kamu tahu ? tanyanya, ia kak tadi malam handphone kakak bergetar dan tidak sengaja aku baca isi SMS dari pacar kakak. Charles minta maaf yah. Iya-iya ngak apa koq.
Lalu aku melanjutkan bertanya Kak enak yah ML ? dia menjawab pertama kali sih sakit dan perih karena kakak masih perawan, tapi setelah itu rasanya enak banget. Kamu jangan ngomong ke papa sama mama yah. Iya jawabku sambil memperhatikan kakak berbicara.

Kak bisa jelaskan ke aku gimana cara ML itu ? tanyaku,
Susah untuk di jelaskan nih. Emang kamu belum pernah coba yah ? tanyanya.
Belum pernah kak, jawabku.
Kamu mau kakak ajarin ? jawabnya.
Mendengar kakak berbicara itu aku kaget. Loh kak mana bisa kita gituan ? Jawabku.
Emang sih sebenarnya ga bisa, itu kan sama aja hubungan terlarang, bisa-bisa dosa. Tapi kalau kamu mau tahu rasanya gimana yah harus coba prakteknya. Gimana ? tanyanya.
Tapi kalau kakak nanti hamil gimana donk ? tanyaku.
Kan bisa pakai kondom ? jadi ga bakal hamil deh. Kamu nanti pergi beli kondomnya di mini market yang ada di luar hotel yah. Ntar malam kakak ajarin. Jawabnya.
Iya kak nanti aku beli. Jawabku.

Kami pun segera bersiap untuk pergi bersama papa dan mama untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Malaysia. Setelah makan malam di luar hotel papa, mama dan kakak sudah kembali ke kamar, tapi aku menyempatkan diri pergi ke mini market untuk membeli kondom dulu baru balik ke kamar.

Sesampainya di kamar, kulihat kakak baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya. Kamu dari mana ? tanyanya. Dari mini market kak, kan tadi pagi di suruh beli kondom, jawabku. Oh iya kakak sampai lupa. Papa dan mama sudah tidur ? tanyanya. Rasanya sudah kak, soalnya tadi sewaktu aku ketuk pintu kamarnya ga ada yang bukain.

Kamu pergi mandi sana, perintahnya. Iya kak, jawabku.
Sehabis mandi, aku juga mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhku. Sewaktu keluar dari kamar mandi, kulihat kakak sudah berada di atas tempat tidurnya sambil membuka bungkus kondom yang baru kubeli tadi.

Kemari naik ke tempat tidur kakak, perintahnya.
Iya kak, jawabku.
Sekarang kamu lihat yah baik-baik tubuh kakak. Belum sempat aku menjawab, kakak sudah membuka handuk yang tadi ia pakai untuk menutupi tubuhnya. Sentak aku kaget dan terdiam melihat tubuh kakakku yang begitu mulus serta buah dadanya yang menggantung dan kulihat vaginanya yang tidak di tumbuhi oleh bulu. Mungkin kakak juga memotong bulu nya, pikirku dalam hati karena aku juga memotong bulu yang berada di sekitar burungku.

Masih asyik melihat tubuh kakak, tiba-tiba kakak berkata “ sini kamu remas atau apakan buah dada kakak terserah kamu deh. Dengan hati-hati aku memegang buah dada yang berukuran 34 B itu. Begitu aku memegang buah dada nya, Nampak wajah kakak yang sedang menikmati sentuhanku. Kesempatanku untuk mempraktekkan aksi pemain video porno yang aku sering nonton di kamar. Pikirku dalam hati.

Sambil memegang, aku sedikit meremas dan memutar-mutar puting susunya. Oh…umm…suara yang keluar dari mulut kakak. Semakin bersemangat aku beraksi mendengar suara kakak yang terangsang. Aku langsung mencium dan mengisap puting susu nya. Sesekali aku gigit kecil putingnya. Sungguh nikmat rasanya. Rupanya ini rasanya mengulum buah dada, pikirku dalam hati. Namun aku tak mau pikirkan itu, aku lanjutkan aksiku dengan meremas buah dada sebelahnya..tiba-tiba ia menarik kepalaku.
Kakak sudah basah, sini buka handuk kamu. Aku pun membuka handuk yang menutupi sebagian tubuhku.

Melihat burungku yang sudah berdiri tegang, kakak tersenyum dan langsung menarik tubuhku sampai aku tertidur di ranjang. Tiba-tiba dia sudah berada di dekat selangkanganku dan sudah memegang burungku . aku merasa sensasi yang belum pernah kurasakan. Sambil memegang kakak berkata sekarang kamu rasakan gimana enaknya di emmut..

Tangannya langsung mengocok burungku sambil sesekali lidahnya ia permainkan di sekitar kepala burungku..oh…enak sekali kak…jangan berhenti…kataku..
Semakin bersemangat ia beraksi setelah mendengar eranganku, tiba-tiba burungku ia masukkan ke dalam mulutnya sambil mengisap dan mengocoknya. Muka ku merasa panas. Setelah kakak puas memainkan burungku, kakak menyuruhku untuk membelai vaginanya.

Aku patuh dengan perintahnya. Begitu ku belai, ia tersentak dan memegang dadanya sendiri. Ku coba menggerakkan tanganku di daerah klitorisnya. Ia pun seperti keenakan dengan tindakanku. Semakin bersemangat aku bermain di sekitar klitoris kakak. Kucoba mainkan dengan lidahku sambil sesekali aku gigit klitorisnya dan menghisapnya..sensasi ini sungguh luar biasa…jantungku berdetak kencang…

Ohh..enak sekali…kamu buat kakak basah sekali Charles. Sering nonton bokep yah ? tanyanya.
Ia kak..jawabku sambil tersenyum. Pantess…jawabnya.
Sini burungmu, kakak pakaikan kondom. Kakak sudah ga tahan. Selesai memakaikan kondom, kakak menyuruhku berbaring.

Ternyata dia suka dengan posisi Women on Top. Begitu aku berbaring, ia memegang burungku dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam vaginanya yang sudah basah karena aksiku tadi. Begitu burungku menyentuh bibir vaginanya, ia mendesah. Akhh….ahhkk… dan masuklah burungku ke dalam vaginanya.

Dia pun menggerakkan badnnya dengan lincah sambil sesekali memutarkan pinggulnya. Sungguh nikmat rasanya.. kak enak banget kak.. rasanya seperti di jepit-jepit kak..enakk ouhhh…ohh….mendengar suaraku kakak semakin memompa tubuhnya yang sedang berada di atasku..akh…akkh…enakk…oh….
Aku sudah mau orgasme Charles..akh…semakin ia percepat gerakannya…2menit kemudian kakak pun orgasme. Ackhhh…akuu…datang…ahhh…kurasa cairan panas yang mengalir turun di sekitar burungku. Kupikir itu adalah cairan milik kakak karena orgasme tadi..ia pun tersenyum melihatku.

Lalu aku dengan berani meminta kakakku untuk mengganti posisi. Sekarang aku mau ia nungging alias Doggy Style. Ia pun tersenyum dan menuruti kata-kataku. Begitu ia sudah nungging kulihat vaginanya dari belakang, sungguh nikmat melihat vaginanya karena daging di sekitar bibir nya begitu tebal. Perlahan ku masukkan burungku ke dalam vaginanya, oh…hangat sekali..yang ini lebih enak di bandingkan waktu kakak mengemut burungku..dengan kaku ku gerakkan maju mundur pantatku..dia pun mencoba menuntunku dengan menggerakkan pantatnya maju mundur..

Lama kelamaan gerakanku mulai stabil dan tidak kaku lagi.. sesekali aku meremas buah dada kakak yang Nampak menggantung dari belakang sambil kucium pundak dan lehernya..ia pun mengerang dengan hebat serta semakin liar menggerakkan pantatnya. Nikmat sekali kak…akhh…ku pegang pinggulnya sambil ku maju – mundurkan pantatku..sesekali ku dorong keras-keras pantatku sehingga burungku masuk lebih dalam lagi ke vaginanya..akhhh enak…kamu pinter juga yah…Charles..ahh..desahan kakak.

10 menit lamanya burungku berada di dalam vaginanya, dan kurasa spermaku akan keluar..kupercepat gerakanku dan sepertinya kakak mengerti kalau aku akan orgasme, diapun makin mempercepat gerakan pantatnya..akh….kak….oh….ouhhh…akkuu…suudahh..mauu ..oh..keluar…serasa kaki, lutut, paha dan pinggangku terkunci dan kakak langsung mencabut burungku dari vaginanya dan dengan cepat ia membuka kondom yang terpasang di burungku.

Ia pun langsung mengocok dan memasukkan burungku ke dalam mulutnya…croot…ccrrooott….kurasa badanku tersentak beberapa kali…sungguh nikmat rasanya….begitu selesai kakak mengeluarkan sperma yang ada di dalam mulutnya. Aku pun langsung berbaring di tempat tidur..kami melewati malam yang indah di Malaysia. Ia pun dengan wajah kecapean berkata, gimana enakkan rasanya ??

Iya kak rasanya enak banget..terima kasih…sering-sering yah kalau bisa..sambi tersenyum kakak mencubitku dan berkata enak aja..nanti kita lihatlah gimana, jawabnya.

Kami pun melewati liburan dengan bahagia bersama papa dan mama. Sampai sekarang kami berdua masih sesekali bercinta kalau suami kakak sedang keluar kota.
Semoga dengan cerita ini saya bisa sadar bahwa apa yang telah kulakukan bersama kakak adalah salah.
Sekian dan Terima kasih.

Cerita Seks Memek Kakak Kandung

Cerita Seks - Cicipi Memek Kakak Kandung

Berikut Cerita Dewasa Cicipi Memek Kakak Kandung :
"Cicipi Memek Kakak Kandung"
Nike, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, Nike berpacaran dengan seniornya, Randy, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.
"Nike, aku pengen nih?" kata Randy berbisik kepada telinga Nike suatu saat di kantin kampus.
"Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam," ujar Nike sambil mencubit tangan Randy.
"Tapi sekarang aku horny, nih..." ujar Randy sambil mengusap selangkangannya.
"Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?" tanya Nike sambil menatap Randy.
"Kita ke aula, yuk!" ajak Randy sambil tersenyum.
"Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya..." pinta Randy.
Nike tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Randy menarik tangan Nike agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Nike, Randy membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.
"Ayo dong, sayang.. cepat isep," pinta Randy tak sabar.
Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Nike tersenyum lalu berjongkok.
"Tidak sabaran amat sih," ujar Nike sambil mengelus celana dalam Randy yang menggembung.
Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Randy sampai lutut. Kontol Randy yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Nike menjilat lubang kontol Randy.
"Uhh..." Randy mendesah sambil menatap wajah Nike.
Tak lama mulut Nike sudah penuh mengulum kontol Randy yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Nike membuat Randy terpejam dan memompa pelan kontolnya di mulut Nike.
"Ohh.. Terus sayangg.. Ohh..." desah Randy.
Selang beberapa menit, tubuh Randy mengejang. Didesakannya kepala Nike ke selangkangannya. Kontolnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Nike. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Randy keluar di dalam mulut Nike. Nike dengan mendongak menatap Randy sambil menelan semua air mani Randy di mulutnya. Sambil tersenyum Nike bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Randy. Randypun dengan hangat membalasnya..
"Sudah puas?" tanya Nike sambil merapikan pakaian Randy.
Randy tersenyum lalu mengecup bibir Nike. Merekapun keluar aula..
Suatu hari selesai jam kuliah, Randy mengantar Nike pulang. Setiba di rumah, adik kandung Nike, Anton, sedang menonton televisi.
"Kamu tidak sekolah, Ton?" tanya Nike sambil duduk di depan adiknya itu.
"Males ah.. Aku bolos hari ini?" kata Anton santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.
"Gila kamu!" hardik Nike.
Anton tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.
"Nik, aku pulang dulu ya?" kata Randy.
"Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji," kata Randy sambil bangkit lalu menghampiri Nike.
"Iya deh.. Jangan nakal ya?" kata Nike.
"Iya..." kata Randy sambil mengecup pipi Nike.
"Aku pulang dulu ya, Ton..." kata Randy.
"O, iya..." kata Anton sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. Randypun segera pulang.
"Mama kemana sih," tanya Nike.
"Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu," kata Anton.
Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Nike menoleh ke Anton ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Anton menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Nike sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Anton agak lama menggaruk selangkangannya, mata Nike melihat sebagian celana dalam Anton menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Nike. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Nike, yang jelas mata Nike terus tertuju ke arah selangkangan Anton walau Anton sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.
"Kenapa sih kamu melototin celana aku?" tanya Anton mengagetkan Nike.
"Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok," kata Nike sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.
"Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?" kata Anton sambil tertawa.
"Yee..!!" teriak Nike lalu tertawa sambil melempar Anton dengan bantal. Anton juga tertawa.
"Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Randy?" tanya Anton sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.
"Kamu nanya apaan sih? Tau ah!" kata Nike sambil melotot.
"Aku kan cuma nanya..." kata Anton tenang.
Nike bangkit lalu menghampiri Anton. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Anton.
"Nakal kamu ya!" kata Nike sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.
Antonpun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Nike ikut terjatuh menimpa badan Anton di kursi. Sesaat Tubuh Nike berada di atas tubuh Anton. Entah kenapa perasaan Nike yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Anton. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.
Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Nike mengecup dan melumat bibir Anton. Antonpun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Anton dengan lembut mengusap punggung Nike lalu turun dan mulai meremas pantat Nike. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.
"Pindah yuk?" bisik Nike.
"Kamar siapa?" tanya Anton.
"Kamar kamu," bisik Nike lagi.
Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Anton. Anton, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Nike. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. Anton yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Nike. Kemudian Anton melepas pakaiannya sendiri.
"Ohh, Ton..." desah Nike ketika lidah Anton menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Anton terus memainkan buah dada Nike dengan lidah dan tangannya sementara kontolnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke memek Nike.
"Uhh.. Sshh..." desah Nike sambil terpejam ketika lidah Anton turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.
"Ooww.. Mmhh..." desah Nike makin keras ketika belahan memeknya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Anton menjilatinya. Tubuh Nike agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Anton menjilati kelentitnya.
"Ohh.. Cepat masukkan, Ton.. Cepatlahh..." desah Nike.
Anton menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan memek Nike, Anton segera mengangkangi tubuh Nike. Diarahkan kontolnya ke lubang memek Nike. Tangan Nike segera memegang dan membimbing kontol Anton agar bisa masuk ke memeknya. Setelah Anton menekankan kontolnya, bless.. cleb.. cleb.. Kontol Anton sudah mulai keluar masuk memek Nike. Mata Anton terpejam sambil terus menyetubuhi Nike.
"Mmhh..." desah Anton di sela-sela genjotannya.
"Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh..." desah Nike sambil memeluk tubuh adiknya itu. Anton terus memompa.
"Mmhh.. Aku capek..." bisik Anton.
"Gantian..." bisiknya lagi.
Nike mengangguk sambil tersenyum. Anton mencabut kontolnya lalu merebahkan badannya. Nike langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Anton dan mengarahkan lubang memeknya ke kepala kontol Anton. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Anton, pinggul Nike bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan memeknya keras ke kontol Anton. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Anton yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Nike makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Anton. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Nike.
"Ohh.. Uuhh..." desah Nike sambil mendesakkan memeknya ke kontol Anton lebih dalam. Kemudian tubuh Nike lemas.
"Sudah?" tanya Anton.
Nike mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Anton. Anton segera menaiki lagi tubuh Nike. Kembali kontolnya keluar masuk memek Nike lebih hebat karena Anton ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Anton semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Anton mencabut kontolnya dari memek Nike. Kemudian disodorkan kontolnya ke mulut Nike. Setelah sedikit mengelap kontol Anton yang basah, Nike segera menghisap kontol Anton sambil mengcocoknya. Tak lama kemudian Nike merasakan kontol Anton berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kontol Anton. Anton mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Nike. Nike dengan tenang menelan semua air mani Anton, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kontol Anton sampai bersih. Anton merebahkan tubuhnya di samping tubuh Nike.
"Kamu hebat," puji Nike.
Anton tersenyum sambil mengecup pipi Nike. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.
*****
Sesuai dengan cerita dari Nike, persetubuhan dengan Anton berlangsung sampai sekarang walau Nike sudah menikah dengan Randy dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Nike juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Randy, dia dan Anton sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Anton juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

KISAH DI GRUP SENAM


Ini Pengalamanku sebenarnya, sengaja aku samarkan namaku dan 
suamiku agar dia tidak tersinggung dan tidak tahu kalau ini 
yang nulis saya, Kalau sampai tahu kan nggak enak dong, bisa tengkar 
nantinya. 
Kejadian ini tidak pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku 
berjalan baik dan aku tidak pernah melakukan hubungan sex selain dengan 
suamiku sendiri. Ade, suamiku seorang kontraktor yang cukup besar di kota 
Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor untuk 
mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Dini menikah dengan Ade, kakak 
tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku. Kehidupan 
sexku biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan sampai 
sekarang gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melakukan hubungan intim 
aku suka sekali berlama- lama menikmati dengan berbagai variasi, tetapi 
suamiku orangnya kuno dalam melakukan hubungan sex dengan cara yang biasa 
saja, dia diatas dan aku dibawah, kadang aku kepingin juga cara lain 
seperti pada video porno yang pernah kulihat saat suamiku pergi, tapi tidak 
pernah kesampaian, karena pernah kuutarakan pada suamiku dia tidaka 
menjawab apapun, sehingga kadang aku merasa tidak puas. Aku sering juga 
melakukan masturbasi untuk menambah kepuasanku sambil membayangkan wajah 
seseorang dengan penis menantang. Saat ini aku dikaruniai 2 orang anak yang 
cukup manis dan ganteng. Aku sendiri memiliki beberapa kesibukan dirumah 
dengan membuat caterring untuk beberapa perusahaan yang ada di Malang. Jadi 
dari segi materi aku bisa dikatakan sudah cukup. 
Untuk mengisi waktu luang aku sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa 
senam pada sanggar senam tertentu hal ini aku lakukan untuk menjaga stamina 
dan juga tubuhku biar tidak gembrot, dan hasilnya lumayan saat ini tinggi 
badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping 
pantat juga berisi dan yang penting payudaraku tidak kendor walaupn pernah 
menyusui dan ukurannya cukup membuat orang menelan ludah 36C. Aku sengaja 
mengambil jadwal pagi karena siang sedikit aku harus sudah rapi berada 
dikantor pribadiku. 
Setelah membereskan urusan rumah aku bersiap berangkat menuju tempat senam, 
denga memakai T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam aku memagut diri 
dikaca, Yach,... lumayan juga pikirku, dengan tshirt tersebut payudaraku 
seakan tertekan dan hendak melompat keluar, aku sadari itu. 
Peugeot 306 yang kukendarai memasuki pelataran parkir kulihat didalam suara 
cukup ramai juga kiranya hari ini. Aku memang tidak pernah ikut ibu-ibu 
yang suka ngerumpi ditempatku senam, selesai senam aku langsung pulang. 
Pagi ini berbeda sekali tempat senam hampir penuh, aku duduk sendiri ditepi 
sambil mempersiapkan baju senamku, aku menuju kekamar ganti kudengarkan ada 
beberapa suara ibu- ibu cekikikan sambil menceritakan pengalamannya, Ah, ... 
gila pikirku, mereka suka sekali sama laki-laki muda usia untuk permainan 
sexnya. 
"Iya Jeng Nik, ... tadi malam itu seru lho, aku tidak menyangka Dion begitu 
perkasa, aku dibuatnya tak berkutik dalam 4 ronde sekaligus, padahal 
kelihatan dia paling pendiam ya disini, dan permainannya, .......... Yahuuut 
lho, memekku sampai seperti mati rasa, ......" Cerita salah satu ibu peserta 
senam. 
"Ah,.... Masak sih jeng Rita, ..... yach,... sayang aku nggak dapet ya,... 
kalau sama Rico gimana jeng,......... itu lho anak SMA 3 yang kita temukan 
bersama waktu nongkrong di café Regent,..... yang itunya item dan gede." 
Timpal temannya. 
" Oh,..... Kalo yang itu sih lumayan, tapi permainannya masih hebat si 
Dion, Awalnya saja aku sudah keder dibuatnya.".,,,, ,,, 
" Masa,... aku jadi pengin mencobanya jeng, ...... Lihat aja ya nanti, ... 
aku habisin dia dengan segala tenagaku,..." celetuknya dengan geregetan. 
Pembicaraan terus berlangsung secara tidak sadar aku terbawa ikut 
memikirkan Dion,... Apakah Dion itu pelatih senam yang baru 2 bulan melatih 
ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan acuh sih memang dia,...tanpa 
terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba 
pelan memeku dari luar baju sanam ah, .... Cepat-cepat kubuang pikiran buruk 
itu aku tidak ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk 
pikiran itu ada. Aku ingat waktu itu 
Dion memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam 
tapi aku tidak pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah dion itu ya yang 
dibicarakan ibu-ibu. 
Pertama kali masuk Dion memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan 
sempat membuat wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan 
statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yang nyeletuk menanyakan besar 
tidaknya ukuran vital Dion, dan hanya dijawab dengan senyum saja. 
" Tok,.. Tok,... Tok,....." 
Aku terkejut mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya 
cukup lama juga aku berada dikamar ganti , cepat cepat kekemasi barangku 
dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu 
waktu senam berlangsung. Aku duduk sendiri sambil minum the hangat,... 
tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yang nampaknya cukup centil 
dengan usia yang bervariasi. Sambil berbasa-basi dia memperkenalkan diri 
dan,..... aku agak terkejut karena suara dan namanya sama dengan yang ada 
di kamar ganti sebelahku tadi. Jeng Nanik dan Jeng Rita cukup keren juga 
orangnya dari parfum dan merk lain yang ada ditubuhnya bukan orang yang 
tidak mampu kiranya. Nanik kutasir berusia 37 tahun dan mengaku anaknya 3 
dan suaminya pegawai swasta dengan jabatan cukup layak, kulitnya putih dan 
mulus dengan alis tebal dandanannya tidak semenor Rita Tingganya sekitar 5 
Cm dibawahku dan payudaranya juga tidak sebesar punyaku, kutaksir sekitar 
34 B tapi nampak serasi sekali dengan penampilannya. Kalau Rita lebih 
tinggi dari Nanik tapi masih dibawahku, rambutnya dipotong pendek dan 
kulitnya kuning langsat dengan jari lentik payudaranya kutaksir bernomor 36 
B dan pantatnya lebih besar dari Rita, dan kelihatan sekali Rita lebih 
aggresif dalam pembicaraan, sambil diselingi tawa renyah mereka. 
" Eh jeng Dini kan sudah lama ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa 
lain nggak selain rasa suami, ......Dengan cara arisan bersama,... enak lho 
jeng, rugi kalo nggak mencobanya" celetuknya berbisik hati-hati,...... 
Sambil sesekali melirik Nanik. 
Merah wajahku rasanya, karena selama ini tidak pernak aku temukan orang 
yang bicara terbuka seperti itu,... "E,.... E,..... ti,... ti,... dak 
kog,.. ini apa ya,.... Aku gelagapan. 
Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,...... Ah,... masa jeng 
Dini, lha wong sekarang fasilitas sudah banyak kog tidak dipergunakan, 
yach,... JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yang dibuang to jangan dibawa 
pulang bingkusnya bisa bahaya ya jeng Nanik,.... Iya lho Jeng Dini kita ini 
kan punya kelompok disini yang kadang bikin acara enjoy bersama dan 
tertutup sekali lho, tidak semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng 
Dini mulai pertama ikut senam tidak pernah ada teman dan menyendiri, apa 
salahnya kalo bergabung dan menikmati menu baru kami. 
Gila orang-orang ini Jeng Nanik pintar juga ngomong gituan, belum sempat 
aku berpikir dan menjawab mereka menyela lagi,.... "Sudah lah jeng Dini 
,.... Ikut aja rahasia pasti terjamin kog,.. dan yang penting ada menu baru 
tiap bertemu". Sambil menarik tanganku menuju hall senam. Konsentrasiku 
bubar selama senam aku secara tidak sengaja hanyu oleh pikiran ibu-ibu, dan 
kebetulan pelatihku hari ini Dion. 
Kuperhatikan seksama Dion cukup keren juga Tongkrongannya bodinya bagus, 
otot-ototnya nampak menyembul, dan,.... Ayooo,... hap,... satu,... dua,... 
renggangkan kaki,... perintahnya. Dia menghadap peserta senam dan, ... 
Alamak,... otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya 
nampak menyembul keras dan cukup panjang, aku jadi berpikiran yang bukan 
bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan seperti di video porno itu 
enak kali ya, .......Gila,... pikirku aku kog jadi gini. 
Senam sudah usai, mobil merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku 
diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu tentang 
menu baru penuh rahasia tadi, tiba- tiba pikranku menerawang dan melintaslah 
bayangan Dion dengan mesra aku merinding, Dion seolah datang dan memelukku, 
tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan 
kurasakan benda keras diantara selangkangannya menempel ketat dibaju 
senamku, aku kegelian, dan,..... Lambat namun pasti kurasakan tangannya 
mulai menyentuh dadaku yang kenyal, kurasakan pelintirannya membuat 
pentilku mulai kaku dan keras, ........Aku mulai mengejang, tapi tak dilepas 
tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju 
selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku sampai kudengar robekan kain 
Oh,....... Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu 
dan,... Mulutnya tak tinggal diam, Dion mulai mengeluarkan lidaknya 
menjilati memekku yang mulai basah,.... Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,..... 
aku tak kuat menahan, Dion masih terus menjilat dan menjilat klentitku 
mulai kaku dan memekku semakin basah dan,.... Kriiiinngggg,..... 
Krrriiiiingggg,.... Suara telepon berdering aku tertegun,...Gila cing aku 
bisa membayangkan dengan Dion begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan 
satu lagi yang kurasakan basah diselangkanganku. Aku bangun 
bermalas-malasan dan kuangkat telepon. 
" Hallo,.... Jeng Dini ada", ..... 
" Ya saya sendiri, siapa ini ya,..." 
" Aduh,.... Masak lupa saya Rita yang senam tadi,..... Wah sedang apa ini 
kog kayaknya malas- malasan saja, ........ 
Terasa sekali memang agak serak suaraku saat ini habis membayangkan dengan 
Dion kering rasanya tenggorakkan. 
",.... Oh,.... Tidak jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau 
gini, kalau jeng Rita sedang apa ini kog tumben telpon saya",... 
" Ah enggak lagi free aja ini ngga' ada temen ngobrol,... Eh,.. iya gimana 
tadi tawaran kelompok kami jeng, ... Mbok ikut aja lah biar sekali-sekali 
punya menu sesuai selera,... ha ha ha,..... ndak usah takut,.. enjoy aja 
kog,................ 
Jeng rita menceritakan panjang lebar club gilanya dan aku tambah menerawang 
atas kegiatan dengan pengalamannya yang menggila itu. 
",.... Jeng Rita apa suami jeng nggak curiga, ........ belum selesai aku 
bicara, Rita menimpali dengan amat berapi-api. 
" ,... ya caranya dong,... abis gituan sama yang lain jangan mikirin dia 
lagi, abis ya abis kan beres jeng jadi nyampek rumah pikiran fres dan segar 
lho,.... Bener Jeng,... ayo deh ikutan , ...... nanti pasti deh jeng Dini 
suka. Rayunya tak henti- henti". 
Tak lama berselang telepon kuakhiri tanpa jawaban iya atau tidak,..... aku 
bingung dan berfikir keras sampai akhirnya aku tertidur. 
Sore hari setelah menerima laporan dari tukang antar caterringku aku 
membukukan hasil caterringku selama sehari, aku membantu anak-anakku 
menyelesaikan tugas belajarnya. Kudengar bel pintu dan suamiku pulang 
dengan wajah kuyu kelelahan, kupersiapkan perlengkapan mandinya. 
Malam larut aku sangat menginginkan hubungan intim malam ini, kucoba dekati 
suamiku dia sudah tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya, aku 
kasihan tapi memekku sudah mulai basah ingin dijenguk oleh kemaluan 
suamiku. Kucoba membangunkan dia, tapi dia menolak dan hanya kekecewaan 
yang kudapat malam ini dan tanpa tersadar aku sudah terlelap. 
Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling 
kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yang 3 hari kemarin mengajakku ikut 
dalam kelompoknya. 
" Hai jeng Dini, ... sini dong kenapa sendirian saja disitu" ajak jeng Rita 
sambil tersenyum. Kulangkahkan kakikku menuju kearah mereka kuhitung ada 7 
orang denganku. Aku berbasa basi memperkenalkan diri. 
" Ibu-ibu, ini peserta baru kita yang saya ceritakan kemarin itu lho,, .... 
Gimana Jeng jadi ikutan ya,... untuk pengalaman aja kog,... " ajaknya 
merayu. 
" Iya jeng ,.... (spontan ibu-ibu seperti Koor) " Rahasia terjamin deh", 
"Mereka itu sudah terlatih kog, habis acara ya kayak ngaak kenal lagi sama 
kita deh,... dijamin", ...."dan yang penting jeng dijamin pasti enjoy dan 
kurang terus,.... Hehehe",.... 
Suara mereka bersautan mempromosikan kegiatannya selama ini. Aku yang 
pusing belum memperoleh jatah suamiku tiba-tiba timbul pikiran burukku 
untuk mencobanya. 
" Tapi,... Gimana ya,..... " tanyaku bingung dan ragu. 
" Alaaaaaahhhh nggak usah bingung jeng nanti kita antar dan kita service 
untuk anggota baru kita,... gimana ibu-ibu kalo saat ini kita tetapkan aja 
bahwa anggota baru kita yang memperoleh jatah arisan kunci saat ini dan 
langsung kita antar, .... Setuju". 
" Setuju deh biar tambah saudara, .... Nah sekarang kita senam dulu 
yok,..." .ajaknya sambil memberikan kunci padaku dan aku menerima kunci 
tersebut tetapi tidak tahu untuk apa kunci itu. Senam kali ini aku 
benar-benar tidak konsentrasi dan bingung apa yang harus aku lakukan, 
hampir semua gerakanku tidak ada yang benar. 
Senam telah berakhir dan ibu-ibu mengajak menuju tempat yang telah 
disediakan, sebuah rumah yang cukup bagus dengan halam luas dibelakang 
terdapat kolam renang, aku membuka dengan kunci yang telah disediakan, dan 
kulihat ada 3 kamar yang tertutup setelah omong-omong sejenak, beberapa ibu 
masuk kamar mandi untuk membersihkan diri tak lama kemudian mereka ada yang 
minta diri untuk pulang. 
" Begini jeng Dini itu kuncinya ada lima kan ?... salah satunya kunci 
diruangan yang tertutup ini nah nanti kalo jeng Dini sudah siap buka aja 
kamarnya dan,.... Lihat sendiri deh ada apa disana dan enjoy saja rimah ini 
aman kog, ini punya jeng Nanik dan memang khusus untuk kegiatan Arisan ini, 
kebutuhan makan dan minum ada di kulkas, ... dan silahkan saja dinikmati 
sampai jeng Dini suka kalo pulang ya langsung aja pulang, kuncinya jangan 
dibawa lho jeng,... liriknya menggoda". 
Aku termanggu mendengarkan ocehan jeng Rita sementara temanya hanya 
tersenyum dambil memainkan matanya. Aku semakin bingung bagaimana nantinya. 
Tak lama kemudian mereka berdua mohon pamit pulang terlebih dahulu dan aku 
tinggal sendirian. Aku bingung melangkah antara iya dan tidak, aku juga 
teringat kisah kayalanku dengan Dion,...... aku tercenung., .....ingin 
mencobanya, kulangkahkan kaki dengan berdebar Klik, .. !!!! pintu pertama 
kubuka tapi kulihat sekeliling tidak ada seorangpun, pintu kedua kubuka 
dan,.... Darahku berdesir hebat kuluhat seorang lelaki tegap dan cukup 
ganteng dengan kulit bersih memakai T shirt hitam dan celana pendek biru 
tua dia tersenyum, aku membalas kecut dan kuurungkan langkah kakiku masuk 
kamar tersebut, aku kembali duduk diruang tamu. Kunyalakan televisi untuk 
menepis kegugupanku kuganti channel per channel tapi tak ada yang menarik 
tiba-tiba,.... 
" Hai ,.. Aku Bandi,.. Kenapa kog tidak ngobrol didalam saja tadi kan udah 
buka pintu tak tunggu lho, ....." pintanya sambil mengulurkan tangan 
perkenalan. 
" Eh,.. e....Aku Dini,,.. Eh... Ah nggak kog Aku cuman pengin tahu aja", 
jawabku gugup dan tanganku mulai berkeringat dingin. 
Kuperhatikan wajahnya ada bulu halus didagu masih baru dicukur dan dadanya 
cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 Cm, otot-ototnya menonjol 
kuat. Bandi dengan santai duduk disebelahku sambil ikut mengawasi televisi 
yang remotenya masih ditanganku, dia tahu kalo aku gugup diambilkannya aku 
minum susu hangat dan dia menuju ke televisi diputarnya Film laser disk. 
Aku diam saja dan dia mulai membuka pembicaraan basa- basi untuk melemaskan 
suasana. 
Aku kaget dua kali karena begitu aku menoleh ke televisi, kulihat film 
porno yang diputar, disana terlihat orang kulit putih sedang asyik 
menghisap kemaluan orang kulit hitam yang tegang dan panjang, aku risih dan 
malu tapi badanku mulai hangat terutama ada rasa geli disekitar pahaku, 
Bandi kelihatan mulai lebih mendekatiku aku tak menghiraukan mataku tetap 
kearah televisi, tanpa kusadari aku mulai ikut hanyut dan kurasakan ada 
benda asing yang menempel didadaku, kulirik ternyata tangan Bandi kutoleh 
dia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatnnya. Aku diam merasakan dan dia 
semakin berani, diselusuri leherku dengan bibirnya,... turun kebahuku,... 
ditariknya pelan kaosku sampai kelihatan tali Bh. ku aku tak tahan, disofa 
aku direbahkan perlahan, dia tambah semangat, tanpa bicara dia mulai 
mengupas kulitku perlahan, tak pernah kurasakan hal ini sebelumnya, aku 
seolah melayang kegelian. Bandi membuka sendiri kaosnya dan kulihat dada 
bidang itu ditumbuhi bulu halus. Dia bekerja sendiri ditariknya kaosku 
sampai beberapa kancing terlepas dan diangkat keatas hingga sekarang hanya 
tinggal Bh da rokku saja, tanganya kurasakan menempel lagi pada susuku 
dipelintirnya ujung susuku dan kurasakan mengeras,dia mulai menindihku, aku 
terpejam kurasakan bulu-bulu halus mulai menyentuh dadaku,...Ditariknya 
lepas Bhku sehingga susuku yang besar seolah melompat keluar dadaku bandi 
terkejut melihat besarnya susuku dengan warna kuning langsat dengan bulatan 
kecil coklat tua kemerahan serta putting kecil menantang mulutnyapun menuju 
putingku,... kurasakan lidahnya lincah membuat nafsuku memuncak, putingku 
semakin mengeras sesekali kurasakan gigitan kecil giginya menggores 
putingku. Diatas perut kurasakan ada benda yang membonggol mendesak hebat. 
Bibirku terasa habis dilumat bibirnya, sampai aku tak bisa bernafas, aku 
mulai berkeringat dan,..... Tangan kanannya mulai menuju kearah vagina, 
diselipkan diantara pahaku, aku gak kuat kupeluk dia dan dia semakin berani 
ditariknya rokku sampai terlepas, ditarik perlahan celana dalamku sambil 
tersenyum dan dengan sigap direnggangkannya kakiku sehingga dia dengan 
leluasa Bandi melihat memekku yang padat dengan bulu hitam keriting, 
tangannya mengocek memekku yang sudah basah. Dimasukkannya jari tengah 
sedangkan ibu jari dan jempolnya membuka jalan dengan meminggirkan rambut 
kemaluanku. Klentitku kaku, ......... dijilat dan disedotnya susuku sampai 
aku kegelian dan, ..... kini kurasakan mulutnya sudah diatas memekku. Aku 
semakin geli lidahnya menyapu bersih ruang dalam memekku yang basah sambil 
tangan kanannya ikut membantu memainkan , ..... 
" Eeeeeeeh.,,,,, Bandi,...... aduuuuuh,... " aku mengerang kegelian, tapi 
dia tidak perduli diteruskannya mempermainkan klentitku. 
Aku sudah tak tahan, dengan berjongkok kududkkan bandi dan aku kaget 
melihat benda menggelantung tegak menghadap keatas (bukan tegak lurus 
seperti punya suamiku kayaknya) disela selangkangannya. Dia hanya tersenyum 
memegang leher penis dan digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati dan 
kupegang,.... Alamak,..... tanganku tak cukup melingkar pada penisnya dan 
panjangnya 2 cm dibawah pusarnya. Aku geli dan taku melihatnya Hitam,... 
mendongak seperti pisang ambon besarnya, Kutaksir panjangnya sekitar 19 Cm, 
sedangkan yang pernah kurasakan hanya 16 CM. 
" Kenapa kog dilihatin seperti itu",.. tanyanya 
" Eh ,... aku heran kog kayak gini ya,...cukup nggak ya ini lewat punyaku 
nanti". Jawabku sambil tetap memegangnya. 
Belum selesai aku melanjutkan omonganku disorongkakn ujung penisnya 
kemulutku, dan,... ehm,....mulutku tak muat menampung semua penisnya 
kedalam,... kurasakan nikmat juga, selama ini aku tak pernah seperti 
ini,... Sedotanku keluar masuk penisnya menyembul tenggelem dalam mulutku 
tangannya juga tidak diam menggapai semua bagian tubuhku yang sensitif, aku 
semakin terangsang. Tak lupa pula Bola penis dua buah menjadi sasaran 
lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan terus kuhisap 
sampai mulutku tak mampu lagi menahan besarnya penis bandi. Setelah puas 
aku mencium batang kemaluannya dan mulutku payah, kulirih LD masih 
memperagakan posisi sanggama bermacam- macam dengan mani membasahi mulut 
wanita.,(..... Tiba-tiba terlintas dipikiranku bahwa Aku akan berbuat 
seperti yang di Laser Disk itu ,..... ingin merasakan air mani Bandi yang 
segar nanti,... akan kuhabiskan) 
" Din coba kamu ngadep belakang dan pegangi ujung sofa itu". Perintahnya. 
Aku tidak menolah kulakukan perintahnya tiba- tiba kurasakan penis bandi 
dipukul-pukulkan pada pantatku aku kegelian. Diserudukkan penisnya ke 
memekku dari belakang sulit sekali,.. dia coba lagi dan gagal. " 
Aaaaaaah,... seret sekali ya kayak perawan" omongnya,... Aku semakin 
tersanjung karena anakku sudah 2 tapi memekku dibilang seret kayak perawan. 
Aku berbalik ku bantu bandi dengan mengelomohi penisnya dengan ludahku tapi 
masih juga tidak berhasil menembus memekku. Kulihat Bandi tidak kehilangan 
akal diambilnya hand bodi dan dioleskan pada penisnya yang besar dan,... 
perlahan masuk pada vaginaku yang kecil, kurasakan agak pedih. 
" Bandi,.. udah ah,... nggak bisa masuk lho, ...terlalu besar sih",. 
pintaku. 
" Sebentar ,... tahan dulu ya,...ini udah nyampai sepertiga lho". Jawabnya 
sambil didesaknya vaginaku dengan penis dan,... sreeet,... sret,... 
sreeeeetttttt. " aaaaaUUUUUU",... aku menjerit kurasakan penis Bandi terasa 
tembus ke kerongkonganku, digerak gerakan pantatnya aku kegielian,... 
akhirnya banjir juga vaginaku dan kurasakan kenikmatan saat penis bandi 
maju mundur diruang vaginaku. Sesekali pantatku ditepuknya untuk menambah 
semangatku menggenjot penisnya, susuku dibiarkan bergelantungan berbegrak 
bebas sementara tangan bandi sibuk memegang pinggulku memaju mundurkan 
pantatku. Saat penis masuk badanku terasa tertusuk geli tak karuan. 
Sesekali juga Bandi menciumi punggungku sambil penisnya terus bergerak 
keluar masuk memekku. Aku juga berusaha dengan menggerakkan pantatku kiri 
kanan dan penis Bandi seakan terjepit diapun mengerang kuat. Dipegangnya 
susuku kuat-kuat dan ditarik masukkan penis besar tersebut berulang sampai 
aku kelelahan. 
" Aaaahhhhhh, .....Dini,... aku mau keluar nih, ......". Erangnya. 
" Sebentar ya, ......" Kuatrik penis Bandi dan tak kusia-siakan, kumasukkan 
lagi dalam mulutku sambil kugerakkan maju mundur tanganku, dan dia semakin 
kegelian, tak lama kemudian,.... Sreeet,.. Sreeet,... Sreeettt,.. kurasakan 
mulutku penuh dengan tumpahan air manu bandi, segar rasanya, ... kubersihkan 
penis bandi dengan mulut dan lidahku dari air maninya, .....dipegangnya 
kepalaku seakan dia tak mau aku membuang maninya keluar. Dan,... Bandi 
tergeletak kelelahan dengan keringat yang luar biasa. 
Kubersihkan diriku dan kulihat Bandi masih istirahat dengan telanjang. 
Kuciumi tubuh Bandi (kini aku tidak malu lagi) perlahan dia tersenyum dan 
kulihat penisnya mengecil lemas,... kupegang,... remas perlahan dan aku 
masih kurang nampaknya,.. mulutku dengan sigap melahap penis bandi yang 
lemas itu, dalam kondisi lemas, masuk semua bagian penis kemulutku, terus 
kupermainkan seperti dalam LD yang diputar Bandi tadi. Tak lama kemudian 
mulutku sudah tak muat menampung penis bandi untuk kukulum, ... akhirnya 
kurelakan sebagian batang penis bandi keluar dari mulutku. Bandipun mulai 
bangun dan aggresif, ... diusapnya vaginaku yang sudah kucuci dan mulai 
basah oleh tangannya. Bandi berbalik menciumi vaginaku sementara aku 
menciumi penisnya yang tambah mengeras (posis 69),... bandi tambah menggila 
dimasukkan semua bagian lidahnya ke vaginaku aku menjerit kegelian. 
Bandi memindah posisi ditaruh tubuhnya diatas karpet dan diangkatnya 
tubuhku menindihnya, ... penis Bandi ditutuntun menuju lubang kemaluanku 
dan,.. tanpa ampun lagi kemaluanku diucek- ucek oleh penisnya, ....Kurasakan 
penis bandi tidak masuk semuanya atau memang vaginanku yang dangkal aku tak 
tahu, yang ada dalam benakku sekarang hanya nafsu dan nafsu saja,.... . 
Kugerakkan naik turun pantatku menduduku pahanya sementara vaginaku sibuk 
melahap penis bandi yang kekar dan angkuh itu. Tangan bandi sesekali 
mengucek susuku tak kuhiraupan karena nikmatnya tak seberapa dibanding 
dengan penisnya yang mengisi penuh vaginaku. Kurebahkan tubuhku karena 
payah sambil kulumat bibir bandi yang terus mengerang itu, ... dan terus 
kugoyang pantat sesuai irama nafsuku, ... bandipun demikian. Aku mulai 
merasakan vaginaku semakin longgar karena becek basah dan geliku 
memuncak,... Kugigit dada bandi kuat-kuat untuk menahan kepuasan dan 
bersamaan dengan itu pula kudengar erangan bandi yang menyatakan bahwa air 
maninya akan tumpah, ... Kupercepat menggoyang pantat karena aku tak mau 
menyia-nyiakan keadaan ini aku ingin kepuasan maksimal,...... 
Dan,........ Aaaaaaaahhhhhhhhh, ...... Sreeeeet,.... Sreeetttt,... 
sreet,..... Kurasakan ada aliran hangat menyemprot vaginaku dan terasa 
penuh,.... Bandi masih mengerang hebat aku gigit dadnya sekali lagi sambil 
kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yang tiada taranya ini. 
Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa- sisa ketegangan 
dipenis bandi. Kuraih penis itu dan kubersihkan kembali dengan mulut 
mungilku yang serakah tiada habisnya melihat penis tegang besar dan keras 
itu. 
Bandipun tersenyum puas layaknya aku, ciuman mesranya mendarat dujung 
bibirku, dan diapun tak mau ketinggalan mengusap vaginaku dengan 
lidahnya,... akupun geli. Tak terasa hari sudah siang. 
Tak lama kemudian aku pamit dan aku menjadi keterusan mengikuti acara 
ibu-ibu itu dengan berganti-ganti pasangan yang hebat. Sedangkan hubunganku 
dengan suami tetap tidak terganggu karena suamiku tidak pernah minta yang 
aneh-aneh,... jadi asal aku terlentang dia masuk, ... kocek - kocek sebentar 
selesai. Untuk kepuasan lainnya aku dapatkan dari yang lain. (mau dengan 
cerita pengalamanku yang lain tunggu ya, ....